KM3 UM Metro Perkuat Syiar Islam Lewat Pelantikan dan Rapat Kerja
Metro – Universitas Muhammadiyah Metro kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan dakwah kampus melalui pelantikan dan rapat kerja Keluarga Mahasiswa Mubaligh Muhammadiyah (KM3) UM Metro yang berlangsung di Masjid Ulul Albab, Ahad (13/6). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai kader dakwah sekaligus agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada pengembangan dakwah dan kaderisasi, KM3 memiliki peran penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. Organisasi ini secara konsisten membina mahasiswa melalui berbagai kegiatan keislaman, pelatihan dakwah, kajian keislaman, bakti sosial, hingga aksi kemanusiaan yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki kontribusi dalam perjalanan KM3, di antaranya mantan Ketua KM3 Bagus Ridho dan Panji, serta Eko Setiawan yang dikenal sebagai salah satu penggagas dan perintis berdirinya KM3 di Universitas Muhammadiyah Metro.
Ketua Umum KM3 UM Metro periode 2026–2027, Yahya Saputra, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi.
"KM3 bukan hanya wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga ruang pembinaan kader dakwah Muhammadiyah. Karena itu, seluruh pengurus harus mampu bekerja sama, saling menguatkan, dan menjalankan program kerja dengan penuh tanggung jawab serta semangat ukhuwah Islamiyah," ujarnya.
Menurut Yahya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta Kerja Sama UM Metro, Prof. Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., yang juga bertindak sebagai pembina KM3, secara resmi melantik jajaran pengurus baru. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang mampu melanjutkan bahkan meningkatkan capaian organisasi sebelumnya.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menghadirkan program-program yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta tantangan dakwah di era digital.
"Pengurus KM3 harus menjadi teladan dalam akhlak, keilmuan, dan gerakan dakwah. Jadikan organisasi ini sebagai pusat lahirnya mubaligh muda Muhammadiyah yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., mendorong KM3 untuk memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk LAZISMU, Ortom Muhammadiyah, serta lembaga-lembaga dakwah lainnya. Menurutnya, sinergi menjadi kunci dalam memperluas manfaat dan memperkuat gerakan dakwah di tengah masyarakat.

Rapat kerja yang dilaksanakan setelah prosesi pelantikan menjadi forum penyusunan arah gerak organisasi selama satu periode ke depan. Berbagai program strategis dibahas, mulai dari penguatan kapasitas mubaligh muda, kajian keislaman, pembinaan kader, hingga program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan umat.
Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, KM3 UM Metro diharapkan semakin kokoh menjalankan misinya dalam melahirkan mubaligh muda yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan mampu menjadi pelopor syiar Islam yang mencerahkan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, KM3 juga diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada generasi muda.