KM3 UM Metro Sukses Gelar Kajian Ifthor Bertema “Bersama Ifthor, Kita Rajut Ukhuwah dengan Sedekah

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro sukses menyelenggarakan kegiatan Kajian Ifthor yang dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah Kampus 3 UM Metro pada Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Bersama Ifthor, Kita Rajut Ukhuwah dengan Sedekah”, yang bertujuan untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat berdakwah, serta meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Ketua Umum KM3 UM Metro periode 2025/2026, Yahya Saputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Ifthor ini merupakan program pertama yang diselenggarakan oleh kepengurusan KM3 pada periode tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah di antara mahasiswa serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

“Melalui kegiatan kajian ifthor ini kami berharap dapat meningkatkan ukhuwah persaudaraan, menumbuhkan semangat berdakwah, serta menanamkan kepedulian kepada sesama melalui sedekah, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, ia turut memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

Sementara itu, Pembina KM3 UM Metro, Prof. Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengurus KM3 yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik. Ia mengungkapkan rasa bangga atas semangat dan kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan Kajian Ifthor ini.

Dalam arahannya, ia juga memberikan motivasi kepada para pengurus agar terus menjaga ukhuwah dan kebersamaan dalam organisasi, serta menghadirkan berbagai inovasi dalam kegiatan-kegiatan KM3 ke depan.

“Saya mengapresiasi semangat para pengurus KM3 yang mampu menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Semoga ke depan KM3 dapat terus menjaga ukhuwah persaudaraan dan menghadirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana penguatan nilai-nilai keislaman, dakwah, serta kepedulian sosial di lingkungan kampus dan masyarakat.

Kajian Ifthor tersebut diisi oleh Ustadz Muhammad Adly, S.Sos, yang merupakan Ketua KM3 UM Metro periode 2020/2021. Dalam tausiyahnya yang mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah dengan Bersedekah”, ia menyampaikan pentingnya menjadikan sedekah sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa bagi sebagian mahasiswa, bersedekah terkadang terasa berat karena harus memenuhi berbagai kebutuhan, seperti membayar UKT, biaya kos, serta kebutuhan sehari-hari. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sedekah tidak selalu harus berupa harta atau materi.

“Sedekah tidak hanya berbentuk uang atau harta. Tenaga yang kita berikan untuk membantu orang lain juga termasuk sedekah, bahkan senyum kepada sesama pun merupakan sedekah,” ujarnya dalam tausiyah tersebut.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Adly juga menyampaikan kisah seorang sahabat bernama Sya’ban radhiyallahu ‘anhu. Dikisahkan bahwa pada suatu pagi Rasulullah ﷺ merasa heran karena Sya’ban tidak hadir dalam shalat Subuh berjamaah seperti biasanya. Setelah shalat selesai, Rasulullah bertanya kepada para sahabat tentang keberadaannya. Karena tidak ada yang mengetahui, Rasulullah bersama beberapa sahabat kemudian mendatangi rumah Sya’ban yang berjarak cukup jauh dari masjid.

Sesampainya di rumahnya, istri Sya’ban dengan sedih memberitahukan bahwa ia telah meninggal dunia pada pagi hari tersebut. Ia juga menceritakan bahwa sebelum wafat, Sya’ban sempat mengucapkan tiga kalimat yang tidak dipahami keluarganya, yaitu:
“Aduh, kenapa tidak lebih jauh.”
“Aduh, kenapa tidak yang baru.”
“Aduh, kenapa tidak semua.”

Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan bahwa saat sakaratul maut, Allah memperlihatkan kembali seluruh amal perbuatan manusia beserta balasannya. Dalam penglihatan itu, Sya’ban melihat pahala besar dari amal kebaikan yang pernah ia lakukan.

Pertama, ia melihat pahala dari langkah-langkahnya berjalan jauh menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, sehingga ia menyesal dan berkata, “Aduh, kenapa tidak lebih jauh.”
Kedua, ia melihat balasan surga karena pernah memberikan pakaian lamanya kepada seseorang yang kedinginan, sehingga ia berkata, “Aduh, kenapa tidak yang baru.”
Ketiga, ia melihat pahala besar ketika ia berbagi roti dan susu kepada seorang pengemis yang kelaparan, sehingga ia berkata, “Aduh, kenapa tidak semua.”

Penyesalan Sya’ban bukan karena melakukan kesalahan, melainkan karena merasa bahwa amal kebaikan yang ia lakukan belum maksimal. Dari kisah tersebut dapat diambil hikmah bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk memperbanyak dan memaksimalkan amal saleh, terutama sedekah, karena penyesalan sering kali datang ketika kehidupan di dunia telah berakhir.

Kegiatan Kajian Ifthor ini dihadiri oleh 44 peserta yang terdiri dari pengurus KM3 UM Metro periode 2025/2026. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.